
1. Risiko kehamilan jelang menstruasi menurun
Banyak yang mengatakan hubungan seksual yang dilakukan jelang satu hari sebelum menstruasi memiliki tingkat keberhasilan yang rendah untuk berpotensi hamil. Oleh karena itu, banyak orang yang merasa bergairah untuk melakukan hubungan seksual di masa ini agar tidak terjadi kehamilan. Namun, tidak dipungkiri kehamilan masih sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, jika kamu masih belum ingin memiliki keturunan, pakailah alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan.
2. Munculnya cairan dari vagina
Penyebab lain dari meningkatnya gairah seksual pada perempuan ialah munculnya cairan bewarna putih atau bening dari vagina. Cairan ini pada umumnya memang keluar di hari-hari biasa, namun menjelang menstruasi jumlah cairan keluar dengan volume yang lebih banyak. Munculnya cairan ini menyebabkan vagina menjadi terlubrikasi yang membuat area miss V menjadi lebih sensitif dan mudah terangsang.
3. Tertekannya area G-spot
Hormon estrogen dan progesteron yang meningkat jelang haid juga mengakibatkan terjadinya retensi air yang berefek munculnya rasa mual menjelang menstruasi. Rasa mual yang muncul ini juga berefek pada area G-spot yang tertekan. Area G-spot yang tertekan inilah yang menyebabkan perempuan menjadi lebih sensitif, terutama pada area klitoris dan labia mayor yang membuat mereka jauh lebih terangsang.
4. Sebagai pereda rasa sakit PMS
Banyak orang yang merasakan timbulnya nyeri saat menjelang haid atau saat PMS (pre-menstruation syndrome). Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini ialah dengan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan melakukan hubungan seksual hingga mencapai orgasme bisa menghilangkan rasa nyeri karena endorfin yang dihasilkan. Bahkan, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 juga menunjukan bahwa aktivitas seksual dapat menghilangkan migrain jelang menstruasi, lho.
Ternyata itu dia beberapa alasan yang menyebabkan gairah seksual perempuan meningkat jelang menstruasi. Sekarang nggak bingung lagi, kan, Bela?



